Dialektika Inklusivisme Dan Eksklusivisme Islam Kajian Semantik Terhadap Tafsir Al-Qur’an Tentang Hubungan Antar Agama
Keywords:
Inklusivime, eksklusivisme, hiponimiAbstract
Secara potensial, inklusivisme, dan eksklusivisme dalam islam bisa lahir dari islam itu sendiri. Pada titik ekstrim, pandangan inklusif menggaris bawahi pentingnya mengapresiasi kebhinekaan dan menghindari klaim kebenaran. Sebaliknya pandangan esklusifmencurigai bahkan menolak kebhinekaan dan melakukan klaim kebenaran. Perbedaan dalam menghadirkan islam itu selain disebabkan adanya perbedaan penekanan dalam pembacaan teks-teks suci, juga disebabkan oleh peerbedaan dalam metedologi penafsiran. Perbedaan metode penafsiran yang sangat signifikan adalah perbedaan dalam menenukan relasi makna anatara din, millah dan syari’ah. Relasi sinonim menghindarkan pembacaan ta’arud al-adillah (pertentangan antar dalil) sehingga sampai pada pemahaman yang inklusif. Sementara relasi hiponim antara din, dan syari’ah mengantarkan pada pembacaan ta’arud dan berdampak pada penggunaan metode nasikh wa al manasukh (membatalkan dan dibatalkan) sehinggahadr pemahaman yang eksklusif






